- Peserta: Marsya Putri (Cabang Bapantun).
Salah satu peserta berbakat, Dhia Ratu Melldina dari SD Negeri 04 Bariang Rao-rao, akan tampil dalam lomba cabang “Mandongeng Bacarito.”
Ia akan membawakan cerita rakyat yang berjudul “Banca Sibarunguik,” sebuah legenda terkenal dari Jorong Pinang Sinawa, Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Menurut guru pendampingnya, Wetniati, S.Pd., “Cerita ini mengisahkan Siti, seorang gadis cantik yang sering membentak ibunya. Akibat perilakunya, ia tenggelam di sawah saat mencari pinjaman beras. Hingga kini, tongkat ibunya yang ditancapkan di lokasi kejadian masih berdiri sebagai pohon kayu hidup.”Melalui ajang ini, diharapkan generasi muda dapat memahami dan menghargai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam bahasa daerah.
Festival Tunas Bahasa Ibu bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga momentum untuk merevitalisasi bahasa Minangkabau sebagai warisan berharga yang harus terus dilestarikan. (***)
Editor : MS