Gebu Minang Genap 35 Tahun: Langkah Baru untuk Melestarikan Budaya dan Menggerakkan Ekonomi

Gebu Minang melalui FDB Institute meluncurkan program "Gerakan Jago Luhak Nan Tuo, Sato Sakaki" yang digagas oleh Dr. Febby Dt. Bangso (FDB), seorang tokoh pariwisata. (Foto: Ist)
Gebu Minang melalui FDB Institute meluncurkan program "Gerakan Jago Luhak Nan Tuo, Sato Sakaki" yang digagas oleh Dr. Febby Dt. Bangso (FDB), seorang tokoh pariwisata. (Foto: Ist)

"Kegiatan ini kami harap dapat membentuk karakter generasi muda melalui aktivitas positif yang tidak hanya bermanfaat bagi mereka tetapi juga bagi pelestarian budaya kita," jelas Dr. FDB, yang juga merupakan alumni PPRA LXIII Lemhannas RI.

Gebu Minang, yang fokus pada pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi, bertekad menjadikan kegiatan di Medan Nan Bapaneh sebagai model yang dapat diadopsi oleh berbagai nagari di Sumatera Barat.

"Kami ingin sasaran silek ini menjadi inspirasi bagi nagari-nagari lain untuk mengembangkan budaya lokal," tambah Dr. FDB.

Ia juga menegaskan pentingnya Taman Budaya sebagai pusat pembelajaran adat dan budaya Minangkabau bagi generasi muda.

"Medan Nan Bapaneh dan sasaran silek sebenarnya sudah ada di nagari-nagari, tetapi perlu dihidupkan kembali. Saya yakin bahwa ketahanan budaya merupakan pondasi utama untuk memperkuat ketahanan daerah, yang pada akhirnya memperkokoh Ketahanan Nasional," pungkas Dr. FDB.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Gebu Minang berkomitmen untuk terus menjaga warisan budaya Minangkabau sekaligus mendorong kemajuan ekonomi masyarakatnya.

Masa depan budaya Minangkabau tampak cerah, dengan harapan generasi penerus tetap bangga dan menjaga identitas budaya yang kaya ini. (***)

Editor : MS
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini