Teknologi adalah jawabannya. Dengan memanfaatkan teknologi, akses informasi dan akses bekerja dan akses untuk berkarya bisa dilakukan dimana saja. Teknologi bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bukan hanya Ibukota, luar negeri pun bisa terasa dekat dengan adanya teknologi. Teknologi ini pula yang akan menghantarkan ide-ide pembangunan daerah mengemuka di jagad dunia nyata dan dunia maya. Dengan teknologi kita bisa melakukan patungan secara online. Dengan teknologi, informasi bencana bisa cepat sampai dan bantuan bisa diberikan secara tepat. Dengan teknologi pula, kolaborasi rantau-kampung bisa semakin mudah. Kita sadari atau tidak, banyaknya grup WhatsApp atau Facebook yang beranggotakan Orang Minang adalah dampak dari teknologi.
Tidak sedikit karya pembangunan dari daerah hanya berawal dari obrolan di dunia maya dan berakhir menjadi tindakan nyata.Lakukan Aksi Nyata
Gagasan hanya tinggal gagasan jika tidak mewujud dalam satu tindakan nyata. Teknologi hanya tinggal teknologi jika tanpa menghasilkan satu kolaborasi dalam karya. Peduli hanya menjadi obrolan tanpa makna jika hanya larut dalam diskusi saja. Kesemuanya harus disempurnakan dengan melakukan satu aksi nyata. Aksi nyata inilah mendorong para pemuda untuk bisa berbuat untuk kampung halamannya. Dengan aksi nyata pemuda akan semakin bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan dan bisa mengukur dampaknya. Dengan begitu perubahan dan pembangunan yang diharapkan bukan hanya menjadi utopia.Setiap pemuda harusnya memiliki satu tindakan nyata yang dibuatnya baik secara personal ataupun berorganisasi. Kampung menawarkan banyak masalah yang bisa diselesaikan baik itu pendidikan, kesehatan, kewirusahaan, pertanian, dll.
Setiap lokus permasalahan tersebut menanti uluran tangan para Pemuda yang peduli untuk menyelesaikannya. Tantangan ini perlu disambut para Pemuda dengan kemampuang yang dimilikinya. Bayangkan jika setiap Pemuda yang peduli kampung melakukan satu aksi nyata, hal tersebut akan mendatangkan perubahan besar-besaran melalui tangan para pemuda. Kita tentu mendambakan hal ini terjadiKonsistensi: Janji Suci Pemuda
Menciptakan perubahan tidak seperti membalikkan telapak tangan. Para Pemuda harusnya sadar betul hal ini. Tidak ada perubahan yang bisa diperoleh dalam sekejap mata, apalagi sebuah upaya pembangunan kampung halaman.Ada banyak cerita bahwa untuk mencapai kemajuan akan menemui banyak tantangan baik dari diri sendiri (faktor internal) ataupun dari orang lain (faktor eksternal).Terlebih jika berbuat nyata di Minangkabau, tantangannya lebih berat dari biasanya, karena menghadapi orang Minang yang tidak mudah.Namun percayalah, Pemuda yang mampu mencapai cita-cita perubahan dan membangun kampung halamannya adalah yang bisa bertahan. Hal ini bisa jadi akan memakan waktu tidak hanya setahun, dua tahun. Bisa jadi butuh bertahun-tahun upaya perubahan itu diwujudkan. Atau bahkan akan terwujud ketika Pemuda tersebut tak ada lagi di dunia. Di titik ini tentu kita akan bersepakat bahwa, Pemuda harus memiliki konsistensi dalam berjuang sampai akhir hayatnya.***
Editor : Adrian Tuswandi, SH