Kembalikan Semen Padang untuk Dorong Kemajuan Ekonomi Daerah

Ir Insannul Kamil M.Eng, Ph.D, Dosen Unand. (Foto: Ist)
Ir Insannul Kamil M.Eng, Ph.D, Dosen Unand. (Foto: Ist)

Kinerja keuangan Semen Indonesia Group menunjukkan penurunan laba signifikan sebesar 44% hingga September 2024.

Laba turun dari Rp 3,36 triliun pada 2023 menjadi Rp 1,88 triliun pada 2024.

Penjualan semen grup ini juga menurun 4%, dari 29,203 juta ton pada 2023 menjadi 28,001 juta ton pada 2024.

Sementara itu, beban operasional dan biaya transportasi naik dari Rp 4,07 triliun menjadi Rp 4,13 triliun (naik 1%).

Akibatnya, laba di luar usaha anjlok 42%, dari Rp 208 miliar pada 2023 menjadi Rp 121 miliar pada 2024.

Kondisi ini menunjukkan urgensi perubahan strategi.

Untuk mengatasi masalah ini, muncul gagasan mengganti operating holding dengan strategic holding.

Dalam model strategic holding, Semen Indonesia Group berperan sebagai pemegang saham yang memberikan arahan dan pengawasan.

Sementara itu, Semen Padang dan anak perusahaan lain mendapatkan otonomi untuk mengelola operasional secara mandiri.

Pendekatan ini memungkinkan konsolidasi strategi yang lebih efisien.

Editor : MS
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - Haji
Bagikan

Berita Terkait
Terkini