Budaya ini menjadi pedoman bagi seluruh karyawan untuk menjalankan tugas dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, komitmen, loyalitas, dan kreativitas.
Dengan prinsip Open Minded, Bank Nagari mendorong keterbukaan terhadap ide-ide baru yang inovatif, sekaligus menjunjung mutu pelayanan yang tinggi.
Sinergi antar unit kerja dan antar karyawan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ketangguhan dan sikap amanah mencerminkan komitmen Bank Nagari dalam menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, sementara nilai religius memberikan arah moral dalam setiap keputusan.
Dengan budaya IM STAR yang kokoh, Bank Nagari memastikan organisasi tetap tangguh dan produktif dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin kompleks,”terang Gusti Candra.
63 Tahun Bank Nagari Sukses Lewati Tantangan dan Kendala
Gusti Candra mrnyebut pada 2024 bagi dunia perbankan termasuk Bank Nagari tidak mudah nelewatinya. Ada beberapa tantangan, kendala dan permasalahan yang signifikan mempengaruhi kinerja Bank Nagari, di antaranya :
“April 2024, Indikator bunga acuan yaitu BI-Rate naik dari 6% menjadi 6,25% dan bertahan selama 5 bulan s.d. Agustus 2024. Hal ini membuat Bank mengalami tekanan meningkatnya biaya bunga dana pihak ketiga secara signifikan. Walaupun BI-Rate kemudian turun kembali ke 6% sejak September 2024 s.d. Desember 2024, namun kondisi di pasar sudah terlanjur terjadi likuiditas yang ketat, serta adanya kelaziman pengulangan kondisi di perbankan yaitu perang penawaran suku bunga dana deposito yang tinggi di setiap triwulan-IV tahun anggaran. Dampaknya ke laba rugi Bank Nagari sangat signifikan, yaitu Biaya Bunga DPK meningkat tajam sebesar Rp185,83 Miliar dibandingkan tahun 2023,”ujar Gusti.31 Maret 2024, berakhir kebijakan stimulus restrukturisasi kredit/pembiayaan perbankan untuk debitur-debitur terdampak Covid-19. Berakhirnya kebijakan stimulus tersebut berdampak terhadap peningkatan Beban Biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yaitu Rp48,30 Miliar lebih besar dibandingkan biaya CKPN tahun 2023.
“Akumulasi dua faktor saja yaitu kenaikan biaya bunga DPK dan biaya CKPN, sudah mencapai jumlah kenaikan biaya sebesar Rp234,13 Miliar. Suatu dampak yang sangat sangat signifikan untuk ukuran Bank Nagari.
Kondisi ekonomi global yang tidak baik-baik saja karena sangat intensnya ekskalasi konflik di Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas, membuat perekonomian Indonesia, perekonomian regional dan perekonomian Sumatera Barat ikut terdampak signifikan.
Editor : MS