“Kita ini diamanahkan rakyat, bukan untuk mengomentari busana, tapi menyelesaikan persoalan banjir, pengangguran, pendidikan, dan UMKM. Mari kita bertemu di meja solusi, bukan di panggung opini,” tegasnya.
Penutup: Kritik Itu Perlu, Tapi Harus Berkelas
Argi mengakhiri pernyataannya dengan ajakan untuk tetap menjaga tradisi kritik yang sehat dan bermartabat.
“Kritik adalah vitamin bagi demokrasi, tapi ia harus disampaikan dengan nalar, bukan prasangka.
Kalau seorang wali kota saja tak boleh turun ke pantai tanpa dicurigai, lantas pemimpin seperti apa yang kita harapkan?” tutupnya. (***) Editor : MS

