Produk kamu harus punya unique selling point (USP) agar bisa bersaing di tengah lautan penjual lain. Misalnya, dari sisi harga, kualitas, packaging, atau bonus pembelian.
2. Susun Rencana Bisnis Online
Meskipun jualan online, bukan berarti kamu nggak butuh rencana. Justru dengan bisnis model yang cepat berubah seperti sekarang, kamu wajib punya roadmap alias arah perjalanan bisnis.
Dalam rencana ini, kamu harus tahu: siapa target market kamu, apa strategi promosi, berapa modal awal, dan berapa target omset per bulan.
Rencana ini juga ngebantu kamu kalau suatu saat mau cari investor, kolaborator, atau bahkan karyawan.
Mereka butuh lihat kamu serius, dan bukan sekadar coba-coba. Ingat, pebisnis sukses bukan yang paling kaya modalnya, tapi yang paling siap dan paham langkahnya.
Kalau kamu jualan ke "semua orang", hasilnya bisa nihil. Karena itu, tentukan target pasar sedini mungkin.
Contoh, kalau kamu jual baju bayi, berarti target kamu adalah ibu-ibu muda atau pasangan baru menikah.
Kalau kamu jual skincare lokal, target kamu bisa jadi perempuan usia 18-30 tahun. Punya niche market itu kayak punya kunci rahasia biar promosi lebih tajam.
Editor : Editor