Jakarta, - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada Senin, 9 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi berbagai pihak untuk merefleksikan peran media dalam pembangunan bangsa.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mengatakan pandangannya terkait peran strategis pers, khususnya dalam mengawal isu kedaulatan pangan dan kesejahteraan sektor agraris di Indonesia.
Rahmat menyampaikan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi jembatan informasi antara kebijakan pemerintah dan realitas di lapangan.
Dia menyoroti bagaimana narasi media dapat memengaruhi keberlangsungan hidup para petani, nelayan, dan masyarakat pesisir.
Tanpa pengawasan dari media, kebijakan-kebijakan besar di sektor pertanian akan berpotensi kehilangan arah.
Menurut Rahmat, pers bukan sekadar penyampai berita, melainkan pilar pengawasan yang memastikan suara petani di pelosok terdengar hingga ke pusat.
Dia mengatakan banyak persoalan di tingkat akar rumput, seperti fluktuasi harga gabah dan kendala irigasi, yang baru mendapat atensi serius setelah diberitakan secara luas oleh media massa.
"Kami di DPR sangat terbantu dengan laporan-laporan jurnalistik yang mendalam. Seringkali, data di atas kertas berbeda dengan kenyataan di sawah atau pasar. Di sinilah pers hadir untuk meluruskan persepsi tersebut," ujar Rahmat Saleh saat ditemui di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Rahmat menuturkan tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari krisis iklim hingga alih fungsi lahan yang masif.
Editor : Editor