Stop Jalur Beresiko Tinggi, Menteri PU Groundbreaking Flyover Sintinjau Lauik

Peresmian pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat sebagai solusi konkret terhadap jalur ekstrem yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.  Groundbreaking dilakukan pada Sabtu (3/5/2025). (Foto: Ist)
Peresmian pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat sebagai solusi konkret terhadap jalur ekstrem yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Groundbreaking dilakukan pada Sabtu (3/5/2025). (Foto: Ist)

"Kita rencana akan ke Sumatera Barat untuk groundbreaking proyek Flyover Sitinjau Lauik minggu pertama Mei. Lalu kita akan ke Air Dingin Kabupaten Solok dan jalan Payakumbuh-Lintau," kata Dody.

Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, menyebutkan bahwa proyek ini merupakan komitmen langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini saya anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra dapil Sumbar, kembali menghadap Pak Menteri PU, Pak Dody Hanggodo. Ada sedikit pengumuman dari beliau, rencana groundbreaking flyover Sitinjau Lauik yang akan kita laksanakan di minggu pertama bulan Mei," ujar Andre.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyambut positif langkah ini dan berharap proyek dapat segera terealisasi demi kepentingan masyarakat.

"Saya atas nama Pemprov Sumbar mengucapkan terima kasih dan rasa bahagia atas kunjungan Pak Menteri. Kami ingin memperlihatkan bahwa Sumbar serius dalam mempercepat pembangunan, khususnya proyek-proyek strategis," kata Mahyeldi.

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, yang turut serta dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan dukungan terhadap proyek ini.

"Saya hari ini datang ke Sumbar diundang langsung oleh Pak Andre Rosiade, Pak Zigo Rolanda, dan Pak Gubernur Sumbar untuk melihat infrastruktur yang ada di Sumbar. Apa yang bisa kita percepat pembangunannya, baik jalan, jembatan, dan lainnya," ungkapnya.

Proyek ini akan dieksekusi oleh Hutama Karya, perusahaan konstruksi nasional yang ditunjuk sebagai pelaksana utama.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengungkapkan bahwa pembangunan akan berlangsung selama dua setengah tahun masa konstruksi dengan investasi sebesar dua koma tujuh triliun rupiah.

Setelah rampung, proyek ini akan memasuki masa operasi selama sepuluh tahun untuk memastikan fungsinya berjalan optimal.

Editor : MS
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini