PLT KONI Pessel Didukung SIWO PWI Gelar Musorkablub Segera

Mario Rosy, mantan Ketua SIWO PWI Pessel, beri pernyataan terkait urgensi Musorkablub dan kepemimpinan KONI yang profesional, di Painan, Kamis (19/6/2025). (Foto: Ist)
Mario Rosy, mantan Ketua SIWO PWI Pessel, beri pernyataan terkait urgensi Musorkablub dan kepemimpinan KONI yang profesional, di Painan, Kamis (19/6/2025). (Foto: Ist)

Painan, - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pesisir Selatan resmi memiliki Pelaksana Tugas (PLT) Ketua. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 100 Tahun 2025 dari KONI Sumatera Barat, M. Adli ditunjuk sebagai PLT Ketua KONI Pessel untuk masa bakti 2021–2025.

SK tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Ir. Rony Pahlawan. Penunjukan ini mendapat perhatian serius dari kalangan pemerhati olahraga, salah satunya Mario Rosy, mantan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pessel.

Mario mendorong PLT Ketua KONI Pessel, M. Adli, segera mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) bersama jajaran pengurus KONI dan seluruh cabang olahraga (cabor) di daerah itu. Menurutnya, kesamaan persepsi menjadi hal penting agar agenda Musorkablub berjalan sukses dan terarah.

"Perkembangan olahraga di Pesisir Selatan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama erat antara KONI, cabor, dan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga," ujar Mario Rosy.

Ia juga menekankan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam hal anggaran dan pembangunan sarana prasarana olahraga harus menjadi perhatian serius semua pihak.

"Membangun olahraga bukan perkara mudah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh komitmen bersama dan kesamaan visi antar pemangku kepentingan," tegas Mario.

Menurutnya, calon ketua KONI Pessel ke depan harus benar-benar memahami dunia olahraga. Ia harus memiliki visi dan misi jelas, mampu menjadi pemimpin yang kuat, mengenal kebutuhan atlet dan cabor, serta menjaga sinergi dengan stakeholder terkait.

Mario juga mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ia tidak ingin di kemudian hari ada pengurus KONI yang berurusan dengan hukum karena penyalahgunaan anggaran.

“Jangan sampai memilih pemimpin seperti membeli kucing dalam karung. Susunlah kepengurusan sesuai kompetensi dan keahlian, bukan karena kedekatan atau titipan,” ungkap Mario, yang juga wartawan harian Pos Metro Pessel.

Di akhir pernyataannya, Mario berharap ketua KONI terpilih mampu membawa perubahan positif bagi olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan.

Editor : MS
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini