Surat Natsir dari Penjara Jadikan Jepang Raksasa Otomotif

Mohammad Natsir, ulama dan negarawan Indonesia, yang secara diam-diam membantu Jepang bangkit dari krisis energi lewat sepucuk surat dari balik penjara. (Foto: Ist)
Mohammad Natsir, ulama dan negarawan Indonesia, yang secara diam-diam membantu Jepang bangkit dari krisis energi lewat sepucuk surat dari balik penjara. (Foto: Ist)

Nakajima terperangah tidak percaya, kata Hamada San. Hanya sepucuk surat yang dia tidak tahu isinya *dari seseorang yang mendekam di penjara* dan Jepang akan mendapatkan pasokan minyak dari “Raja Minyak Dunia”.

Cerita kemudian berlanjut pada realisasi pengiriman minyak dari Arab Saudi melalui Pertamina. Karena itulah sebabnya Pertamina menjadi perusahaan yang sangat besar di Jepang, pernah menjadi pembayar pajak terbesar di Jepang, karena Pertamina menjadi pensuplai minyak bagi Industri Jepang atas jasa Pak Natsir.

Selanjutnya Industri Jepang bangkit berbagai industri otomotif merajaii pasar dunia sebut saja Honda, Toyota, Suzuki, Mitsubishi dll. Industri Jepang bangkit atas jasa baik Pak Natsir, kata Hamada.

Menolak Hadiah Jepang

Yang tidak kalah menarik, yang membuat *bangsa Jepang sangat menaruh hormat pada Pak Natsir, tidak ada satupun hadiah dari pemerintah Jepang yang diterima Pak Natsir, semua hadiah yang diberikan Jepang dikembalikan,* (ndah neo kalo pimpinan jaman now) hingga negara itu kesulitan untuk bisa memberikan imbal balas jasanya.

Hal ini karena beliau (M Natsir) *telah berpesan pada keluarganya untuk tidak menerima apapun dari pemerintah Jepang.* Beliau bahkan tidak pernah bercerita tentang surat penting itu pada siapapun di Indonesia.

Itulah sebabnya tidak ada tokoh Indonesia atau tokoh Dewan Da’wah sekalipun yang tahu tentang kisah itu.

Karena itu pulalah pemerintah Jepang sangat berduka yang sangat dalam saat Pak Natsir meninggal dunia. Bukan hanya pemerintah, tapi bangsa Jepang merasa ada “ledakan bom atom ke 3”* yang di jatuhkan tepat di Kota Tokyo mendengar Mohammad Natsir, yang juga pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi ini meninggal dunia.

“Itu bukan ucapan dramatis seperti kamu bilang. Itulah perasaan hati kami bangsa Jepang atas meninggalnya Mohammad Natsir waktu itu, “ kata Hamada San mengakhiri cerita.

Saya mendengarkan kisah itu tanpa sedikitpun menyela. Saya hanya diam terpaku, mendengarkan penjelasan yang tertunda selama 10 tahun lamanya.

Mohammad Natsir, adalah seorang ulama, politikus, pejuang kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional. Mantan sebagai presiden Liga Muslim Dunia (World Muslim League) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia ini mungkin agak kurang dikenal di kalangan generasi milenial.

Editor : MS
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini