Green Tourism ala Ridwan Tulus

Ridwan Tulus, pionir green tourism Indonesia, hadirkan konsep wisata berbasis pelestarian alam dan edukasi budaya. (Foto: Ist)
Ridwan Tulus, pionir green tourism Indonesia, hadirkan konsep wisata berbasis pelestarian alam dan edukasi budaya. (Foto: Ist)

Beliau perintis “green tourism” dunia. Banyak yang mesti dipahami oleh Pemda, Pelaku aktivitas turism yang membuat nilai tambah ini memang membuahkan kesadaran yang tinggi bagi semua masyarakat daerah tujuan wisata dan wisatawan dalam menjaga “commond” goods and landskape ini.

Apa di belakang Green Tourism?. Yakinlah bahwa selama perjalanan apapun jauhnya daerah tujuan akan sanggup dijangkau oleh turis, namun belum menjamin mereka memeroleh kesan dalam kehidupan.

Kesan inilah yang jauh lebih utama melekat dalam desain objek wisata.

Turisnya merasa larut dengan aktifitas bepergian, dan merasakan “get feeling” selama proses learning di objek objek wisata, termasuk budaya yang genuine maupun kuliner.

Kata yang jauh lebih penting adalah menjaga lingkungan, agar tetap asri, tidak terganggu, dan bahkan selama bepergian di objek objek wisata ada upaya untuk mengembalikan ekosistem daerah tujuan kembali ke keadaan semula yang asri, bersih, alami dan sejenisnya.

Wisata alami bagi Bung Tulus adalah memerlukan desain tersendiri. Beliau memahami apa keperluan yang “das solen” dan itu merupakan kenangan yang tidak dapat dinilai dengan uang sekalipun.

Para turis apalagi dari negara maju mereka ingin menemukan sesuatu yang melekat dan bermakna. Kita banyak saksikan saking bermaknanya, bahkan ada turis yang jatuh hati dengan lingkungan dan budaya setempat.

Turis massive memang baik untuk daerah karena akan butuh transport, berbelanja dan penginapan, namun green tourism bisa lebih selektif.

Selektifitas turism ini dimaknai sebagai sebuah pengelolaan yang holistik, namun padanannya pemasukan dari aktifilitas itu sama saja dengan mendatangkan banyak orang.

Karena green merupakan kata kunci, maka untuk wilayah forest merupakan daerah yang biaya untuk mendatangkan turist lebih mudah dan murah dibandingkan dengan touris yang ingin memperoleh sesuatu di lautan atau kota besar.

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini