Green Tourism ala Ridwan Tulus

Ridwan Tulus, pionir green tourism Indonesia, hadirkan konsep wisata berbasis pelestarian alam dan edukasi budaya. (Foto: Ist)
Ridwan Tulus, pionir green tourism Indonesia, hadirkan konsep wisata berbasis pelestarian alam dan edukasi budaya. (Foto: Ist)

Oleh karenanya arsitek turist destination, kemasan dan proses mesti sedemikian rupa sehingga mereka terkesan. Kemudian itulah yang menyebabkan aktifitas ini bisa berlanjut dan semakin banyak.

Sebagai contoh di negara maju mereka ingin menemukan pembelajaran tentang budaya silat dan randai. Maka dalam konsep green tourism peserta akan mendaftar, bukan sebagai peserta untuk menonton randai.

Mereka bisa diperkenalkan ikut sebagai proses belajar randai sesuai dengan tahapannya. Sehingga randai adalah salah satu turis institute jadinya.

Jika siswa dari luar negeri ingin melihat pendidikan di kampung kampung, maka dalam prosesnya mereka dilibatkan untuk memperbaiki kebersihan sekolah, mencat sekolah dan toilet, bersama siswa tempatan dan seterusnya.

Kendatipun mereka volunteer, mereka bahkan mau membayar aktifitas itu.

Mengingat daerah tujuan wisata banyak sekali, maka konsepsi green tourism mesti menjadi roh suatu pengembangan wisata ke depan.

Kira kira itu yang membuat Bung Tulus bisa tampil pioner dalam kancah turis designer dunia.

Pemda masing masing cukup memulainya dengan satu yang unik, tetapi menggelegar ke penjuru dunia.

Sambil memastikan platformnya IT bisa dikembangkan bersama dengan om Ridwan Tulus.

Saat bersamaan dihasilkan para tourist designer di daerah daerah yang akan melanjutkan gagasan beliau. (***)

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini