Perjuangan Bupati Annisa Berbuah Manis, Situs Percandian Pulau Sawah Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersyukur atas penetapan Situs Percandian Pulau Sawah sebagai Cagar Budaya Nasional dalam rapat pleno Tim Ahli Cagar Budaya Nasional di Bukittinggi, (21/8/2025). (Foto: Ist)
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersyukur atas penetapan Situs Percandian Pulau Sawah sebagai Cagar Budaya Nasional dalam rapat pleno Tim Ahli Cagar Budaya Nasional di Bukittinggi, (21/8/2025). (Foto: Ist)

Dharmasraya, - Perjuangan keras Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, ditambah dorongan kuat dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumbar, akhirnya membuahkan hasil.

Situs Percandian Pulau Sawah resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional melalui Rapat Pleno Tim Ahli Cagar Budaya Nasional di Bukittinggi, Kamis (21/8/2025).

Rapat pleno penetapan ini dipimpin Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Drs. Surya Helmi, bersama 23 anggota tim yang hadir.

Keputusan tersebut menegaskan nilai penting Situs Percandian Pulau Sawah sebagai salah satu warisan peradaban masa lampau yang berada di wilayah Dharmasraya, Sumatera Barat.

Rapat pleno turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Dt. Bandaro Bendang, Kadis Budparpora Dharmasraya, Lasmita, Kabid Kebudayaan, Yusradi Dt. Bagindo Tantuah, serta Kabid Pariwisata, Benny Mandala.

Dari tempat terpisah, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan rasa syukur atas penetapan ini.

“Alhamdulillah, usulan kita akhirnya dikabulkan. Ini adalah kebanggaan sekaligus amanah besar bagi masyarakat Dharmasraya untuk menjaga warisan sejarah ini,” kata Annisa.

Ia menambahkan, pengakuan ini akan mendorong semakin besarnya perhatian pemerintah pusat dalam upaya pelestarian Situs Percandian Pulau Sawah.

Menurut Annisa, pemerintah daerah siap menindaklanjuti penetapan ini dengan program nyata, baik dalam perlindungan, penelitian, maupun pemanfaatan bagi kepentingan masyarakat.

“Ini bukan hanya pengakuan formal, tetapi juga peluang besar bagi Dharmasraya untuk mengembangkan sektor kebudayaan sekaligus pariwisata,” tegasnya.

Editor : MS
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini