Kasus Kematian Sapi di Mentawai, DPR RI Koordinasi dengan Kementan

Tim kesehatan hewan dari Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi meninjau sapi ternak warga di Desa Sipora Jaya, Mentawai, setelah puluhan ekor sapi mati mendadak akibat dugaan Virus Jembrana, Senin (22/9/2025). (Foto: Ist)
Tim kesehatan hewan dari Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi meninjau sapi ternak warga di Desa Sipora Jaya, Mentawai, setelah puluhan ekor sapi mati mendadak akibat dugaan Virus Jembrana, Senin (22/9/2025). (Foto: Ist)

Untuk sapi yang telah mati, terang Yonathan, tim kesehatan hewan menyarankan dilakukannya penguburan dalam lubang sedalam 1 meter, untuk mencegah penularan terus meluas.

Warga Berterima Kasih

Kepala Desa Sipora Jaya, Lutfi Anto menyampaikan terima kasih atas fasilitasi yang telah dilakukan Alex Indra Lukman untuk menjawab keresahan warga akan terus meluasnya Virus Jembrana di desa itu.

“Atas nama Pemerintah Desa Sipora Jaya, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada Pak Alex Indra Lukman. Berkat respon dan komunikasi bapak ke pihak balai, vaksinasi dan pemberian suntikan vitamin bisa dilakukan pada sapi warga yang belum terjangkit,” ungkap Lutfi.

Lutfi berharap, dengan telah dilakukannya vaksinasi dan suntik vitamin, penyakit ganas yang disebabkan Jembrana Disease Virus (JDV), sejenis retrovirus itu, bisa dihentikan penularannya di kabupaten kepulauan itu. (***)

Editor : MS
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini