“Kopi Lasi Reborn punya cita rasa khas karena jenis tanah dan ketinggian daerah. Kopi Arabika dari sini punya karakter kuat, asam manisnya seimbang, dan aromanya tajam,” katanya.
Setiap cangkir kopi yang diseduh di Lasi mengandung filosofi, kerja keras, kebersamaan, dan harapan. Tak heran, banyak penikmat kopi yang datang dari luar daerah hanya untuk mencicipinya langsung di lokasi. Ada yang datang pagi-pagi sekadar ingin menikmati udara dingin dan menyeruput secangkir kopi hangat, sambil berbincang di pondok bambu sederhana.
“Kami ingin menjadikan Lasi sebagai sentra kopi Sumbar. Kopi ini bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang identitas dan kebanggaan,” kata Rinal.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan semangat generasi muda, Kopi Lasi Reborn menjadi lebih dari sekadar produk, ia adalah kisah tentang kebangkitan, kebersamaan, dan cinta terhadap tanah sendiri. Dari lereng Candung, aroma harum itu kini siap menembus dunia. (***)
Editor : MS