"Batagak Kudo Kudo dan Katumbak" Dua Tradisi Khas Padang Pariaman Ditetapkan sebagai Warisan Budaya TakBenda Indonesia"

"Batagak Kudo Kudo dan Katumbak" Dua Tradisi Khas Padang Pariaman Ditetapkan sebagai Warisan Budaya TakBenda Indonesia"
"Batagak Kudo Kudo dan Katumbak" Dua Tradisi Khas Padang Pariaman Ditetapkan sebagai Warisan Budaya TakBenda Indonesia"

Batagak Kudo-Kudo: Filosofi Kuda dalam Tradisi Gotong Royong

Sementara itu, Batagak Kudo-Kudo merupakan tradisi yang erat kaitannya dengan nilai gotong royong dalam membangun rumah atau surau. Istilah ini berasal dari Bahasa Minang, yang berarti menegakkan kuda-kuda—komponen utama dari rangka atap bangunan.

Tradisi ini mencerminkan filosofi kuda yang memiliki empat kaki yang kuat dan tegap berdiri, sebagai simbol kekuatan dan kebersamaan. Proses Batagak Kudo-Kudo dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat setelah kerangka bangunan selesai dan siap dipasangi atap.

Melalui tradisi ini, masyarakat Padang Pariaman menunjukkan semangat solidaritas dan kebersamaan dalam membangun sarana hunian maupun ibadah. Nilai-nilai tersebut masih terjaga dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat hingga kini.

Penetapan dua tradisi ini sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia semakin memperkuat posisi Padang Pariaman sebagai daerah kaya budaya. Selain menjadi kebanggaan, hal ini juga membuka peluang besar bagi pelestarian budaya, pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi budaya lokal. (kominfo)

Editor : MS
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini