WALHI Ungkap Deretan Izin Tambang dan Kehutanan Pemicu Bencana di Sumbar

Kayu gelondongan yang tumbang dihantam banjir dan sisa penebangan, di sepanjang pantai di Padang. (Foto: Ist)
Kayu gelondongan yang tumbang dihantam banjir dan sisa penebangan, di sepanjang pantai di Padang. (Foto: Ist)

Saat semua akar dan sumber kerusakan belum dihentikan dan dipulihkan secara baik, tahun 2025 Gubernur Sumatera Barat disebut telah mengusulkan lahan seluas 17.700 ha yang dibagi menjadi 496 blok sebagai wilayah pertambangan di 10 Kab di Sumatera Barat. Bukan memulihkan krisisnya, tetapi memperluas skala eksploitasinya.

Perlu diingat, krisis ekologis terjadi dalam waktu yang cukup panjang, terus terakumulasi dari tahun ketahun.

Banjir dan longsor hari ini, tidak bisa kita lihat apa yang terjadi hari ini, atau ditahun ini saja, tapi kita lihat apa yang telah terjadi di hutan, daerah aliran sungai dan tata ruang kita dari 1 generasi hingga 2 generasi sebelumnya.

Ketidak-adilan ruang dan salahnya sistem pengurusan sumber daya alam, terus mengakumulasi krisis ekologis sepanjang tahun dan lintas generasi, kini interval bencana ekologis semakin rapat dan dampaknya semakin meluas.

Jangan lagi berebut cuci tangan, tetapi berebut untuk bertanggung jawab. Audit lingkungan dan PULIHKAN!!!. (***)

Editor : Editor
Banner - JPSBanner - Nevi Hari IbuBanner KAIBanner Ultah SolselBanner Solsel 2Banner Solsel 3Banner Solsel 4Banner Solsel 5Banner Martry Gilang
Bagikan

Berita Terkait
Terkini