Dari total fasilitas kredit Rp 2,2 triliun, Bank Nagari mengambil porsi pembiayaan sebesar Rp 209 miliar (9,5persen), yang terbagi menjadi Rp 100 miliar melalui skema Pembiayaan Konvensional, dan Rp 109 miliar melalui skema Pembiayaan Syariah.
Besarnya kontribusi dari Bank Nagari adalah bukti nyata bahwa bank daerah mampu menjadi pemain utama dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur nasional yang berskala besar, membawa dampak jangka panjang bagi masyarakat Sumatera Barat.
Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik 1) dirancang sebagai proyek keberlanjutan yang akan menjadi ikon baru Sumatera Barat, menyusul keberhasilan monumental Proyek Kelok 9 yang telah memberikan efek ekonomi berantai dalam:
* peningkatan arus logistik,
* pertumbuhan aktivitas perdagangan,
* peningkatan kunjungan wisata,
Dengan kondisi Sitinjau Lauik yang selama ini dikenal sebagai jalur dengan tingkat elevasi ekstrem dan rawan longsor, flyover ini akan memberikan manfaat besar sebagai jalur alternatif yang lebih aman, stabil, dan efisien bagi mobilitas masyarakat dan angkutan logistik. Dampaknya bukan hanya pada sektor transportasi, tetapi juga pada peningkatan produktivitas ekonomi regional.
Bapak Gusti Candra, Direktur Utama Bank Nagari menegaskan bahwa partisipasi Bank Nagari adalah wujud nyata komitmen strategis terhadap pembangunan ekonomi Sumbar.
“Keterlibatan Bank Nagari dalam proyek Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik 1) merupakan langkah strategis kami untuk memperkuat fondasi konektivitas dan daya saing ekonomi Sumatera Barat. Kami memandang proyek ini bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi jangka panjang, sebagaimana Kelok 9 yang telah membuktikan dampak transformasinya terhadap ekonomi daerah. Bank Nagari akan selalu berada di garis depan untuk mendukung pembangunan Sumatera Barat.”
Editor : Editor