dengan Dr. Mukhlidi Muskhir, S.Pd., M.Kom sebagai dosen pembimbing.
Dalam pengujian alat, MangiShort terbukti meningkatkan efisiensi sortasi lebih akurat dibandingkan metode manual.
Sistem ini juga mampu mengenali cacat fisik seperti retak, bercak hitam, dan getah pada kulit manggis dengan presisi tinggi, sekaligus menghemat waktu dan biaya penyortiran. Lebih dari itu, inovasi ini turut mendorong penerapan smart agriculture dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di sektor pertanian Indonesia.
Inovasi ini sejalan dengan tema Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi, sekaligus berkontribusi pada SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 9 (Inovasi dan Infrastruktur), dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Dengan jargon “Sortir Cerdas, Manggis Berkualitas”, Tim MangiShort menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus membawa semangat inovasi UNP dalam bidang pertanian dan teknologi.Selamat dan semangat untuk Tim PKM-KC MangiShort UNP yang telah berhasil menyelesaikan programnya dan siap melangkah ke tahap PKP2!
Editor : MS