Padang, 5/11/2025 — Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP) menggelar Program Etno Learning ke Jakarta dan Bandung pada 18–24 Oktober 2025. Sebanyak 407 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, didampingi 16 dosen dan dua tenaga Penangungjawab kependidikan. Kegaiatan ini Kepala Departemen PGSD, Prof. Dr. Yanti Fitria, M.Pd., bersama Kepala Rombongan, Drs. Muhammadi, Ph.D., dan Sekretaris Rombongan, Dr. Yeni Erita, M.Pd.
Kegiatan ini menjadi bagian dari perkuliahan Evaluasi Pembelajaran SD Berbasis Digital yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami penerapan evaluasi pembelajaran di satuan pendidikan yang telah menerapkan standar internasional dan pendidikan berbasis budaya. Mahasiswa mengamati penggunaan instrumen evaluasi formatif dan sumatif berbasis teknologi, mempelajari perancangan rubrik digital, e-portofolio, hingga asesmen autentik.
Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mampu membandingkan praktik evaluasi di sekolah reguler dengan sekolah internasional serta sekolah berbasis etnopedagogi, sekaligus menumbuhkan sikap reflektif dan profesional dalam penyusunan evaluasi pembelajaran berkelanjutan.
Manfaat kegiatan terlihat pada peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap praktik evaluasi digital yang nyata, serta keterampilan menggunakan berbagai platform asesmen seperti Google Classroom, Moodle, Kahoot, Quizizz, dan sistem penilaian internal sekolah. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman menyusun instrumen penilaian yang menilai kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta karakter. Di sisi lain, mahasiswa berlatih memperkuat observasi, dokumentasi akademik, komunikasi efektif, dan etika evaluasi yang menghargai keberagaman peserta didik.Di Jakarta, mahasiswa melakukan observasi ke sejumlah sekolah internasional yang telah menerapkan kurikulum global dan pembelajaran berbasis teknologi. Sekolah yang dikunjungi antara lain ACG School Jakarta, Australia Independent School, BINUS School Simprug, British School, Mentari Intercultural School, Sampoerna Academy, Singapore Intercultural School, Jakarta Intercultural School, North Jakarta Intercultural School, serta Knowledge Link Intercultural School di Sentul. Pada tahap ini, mahasiswa melihat secara langsung bagaimana ruang kelas dikelola dengan pendekatan kolaboratif, diferensiasi pembelajaran, dan integrasi teknologi sebagai bagian dari proses belajar.
Editor : MS
