Pengurus PJKIP Kota Padang Panjang 2025--2028 Resmi Dilantik, Rifnaldi Jabat Ketua

Ketua PJKIP Sumatera Barat Almudazir melantik Pengurus PJKIP Kota Padang Panjang periode 2025--2028 yang diketuai Rifnaldi, disaksikan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, di Hall Lantai III Balai Kota Padang Panjang, Senin (22/12/2025). (Foto: I
Ketua PJKIP Sumatera Barat Almudazir melantik Pengurus PJKIP Kota Padang Panjang periode 2025--2028 yang diketuai Rifnaldi, disaksikan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, di Hall Lantai III Balai Kota Padang Panjang, Senin (22/12/2025). (Foto: I

"Disinilah peranan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik Kota Padang Panjang membantu mewujudkan good governance di Kota Padang Panjang," imbuhnya.

Untuk itu, kami sangat berharap kepada Bapak Walikota dan Wakil Walikota selaku pimpinan tertinggi di Kota Padang Panjang agar dapat menyampaikan kepada seluruh OPD Padang Panjang untuk dapat berkolaborasi dan bekerjasama dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik bersama kami, ujar Rifnaldi yang akrab disapa Pak Ce.

Hal senada juga disampaikan Ketua PJKIP Provinsi Sumbar Almudazir, keterbukaan dan transparansi justru akan menciptakan kenyamanan bagi pemerintah dan badan publik dalam bekerja. Menurutnya, PJKIP hadir bukan untuk menghakimi, melainkan untuk melakukan sosialisasi, pendampingan, dan bimbingan.

“Masih banyak badan publik yang belum sepenuhnya memahami Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Karena itu, kami berharap PJKIP Padang Panjang aktif melakukan sosialisasi, monitoring, dan evaluasi di OPD, serta bersinergi dengan Forkopimda,” katanya.

Almudazir optimistis keberadaan PJKIP Kota Padang Panjang dapat menjadi cikal bakal penguatan keterbukaan informasi publik di daerah tersebut, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan badan publik semakin meningkat.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Allex Saputra menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus PJKIP yang baru dilantik. Dia menekankan pentingnya peran jurnalis di tengah derasnya arus informasi dan tantangan algoritma media digital yang bergerak sangat cepat.

“Di era digital, kebenaran sering kali kalah oleh viralitas. Di sinilah PJKIP hadir sebagai filterisasi dan verifikator informasi. Ketika masyarakat ragu, PJKIP bisa mengambil peran strategis,” ujarnya.

Menurut Allex, PJKIP juga memiliki peran sebagai narator pembangunan yang membantu pemerintah membangun optimisme masyarakat melalui informasi yang faktual dan berimbang. Ia berharap PJKIP turut mengedukasi masyarakat agar mampu membedakan antara fakta dan hoaks. (***)

Editor : Editor
Banner Ultah Danantara
Bagikan

Berita Terkait
Terkini