Krisis Air Bersih Padang: Solusi Pompa Air Darurat & Dampak Banjir Bandang

Ketua DPRD Padang, Muharlion bersama Rachmat Wijaya (ketua Komisi II) pimpin rapat kerja dengan Andri Satria (Dirtek Perumnas AM Padang) terkait kendala pasokan air bersih di masa tanggap darat selama 14 hari. (Foto: Ist)
Ketua DPRD Padang, Muharlion bersama Rachmat Wijaya (ketua Komisi II) pimpin rapat kerja dengan Andri Satria (Dirtek Perumnas AM Padang) terkait kendala pasokan air bersih di masa tanggap darat selama 14 hari. (Foto: Ist)

Padang, - Bencana banjir bandang yang terjadi pada dini hari tanggal 28 November 2025 lalu, telah meninggalkan dampak yang sangat memprihatinkan. Kerusakan parah dialami oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Padang.

Akibatnya, pasokan air bersih kepada pelanggan terhenti total di hampir seluruh wilayah layanan, sehingga solusi air bersih Padang mendesak untuk segera ditemukan.

"Gangguan pasokan air bersih ini, harus segera ditangani secara cepat dan terukur," ungkap Ketua DPRD Padang, Muharlion. Mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat dan bersifat massif, keterlambatan bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar.

Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin rapat kerja (Raker) antara Komisi II DPRD Padang dengan Direktur Teknik Perumda AM Padang, Andri Satria, di ruang rapat DPRD Padang, Selasa (2/12/2025).

Solusi Jangka Pendek: Fokus pada Pompa Air dan Distributor Pompa

Raker tersebut digelar untuk memetakan kerusakan akibat banjir pada instalasi air Perumda AM. Selain itu, rapat juga bertujuan merumuskan solusi konkret agar pasokan air bersih dapat kembali normal dalam waktu secepat mungkin.

Banjir besar di akhir November kemarin, telah menyebabkan gangguan distribusi air bersih di Kota Padang, terutama di wilayah utara.

Merespon kendala suku cadang mesin pompa air IPA yang rusak dan waktu perbaikan yang panjang, Komisi II DPRD mengusulkan solusi radikal. Langkah mitigasi tercepat adalah dengan mempercepat opsi peminjaman atau penyewaan pompa air cadangan.

Untuk merealisasikan hal ini, Perumda AM diharapkan dapat bekerja sama dengan distributor pompa dari daerah terdekat.

"Kalau tidak bisa dipinjam, kita sewa saja dari distributor pompa agar pasokan air bersih pada warga bisa segera lancar kembali," tegas Muharlion.

Ia menambahkan, opsi peminjaman pompa submersible yang memiliki kapasitas besar juga harus dipertimbangkan. Dengan demikian, kapasitas pompa air yang rusak dapat terganti sementara.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner JPS - BolaBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini