Di Jawa Tengah, Bupati Blora H. Arief Rohman mengaktualisasikan ajaran Samin sebagai spirit pembangunan berkelanjutan. Dari Sumatra, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menampilkan Tari Cangget Bakha sebagai ruang interaksi budaya generasi muda.
Adapun Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Hj. Maya Hasmita, mengangkat Gerakan Empati Masyarakat (Gema Sahabat) sebagai penguatan karakter sejak dini. Dari Sumatera Barat, Bupati Padang Pariaman H. John Kenedy Azis mempresentasikan revitalisasi tradisi religius melalui Maulik Gadang dengan wajah baru.Sementara itu, Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou, menjadikan Festival Teluk Doreh sebagai simbol penguatan harmoni sosial dan toleransi, yang dinilai sangat relevan bagi Papua. (***)
Editor : Editor
