Tinjau Pembangunan Huntara , kolaborasi Antara legislatif dan Exsecutif Untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman bersama Wakil Gubernur Sumbar meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Mandiri bagi korban banjir bandang di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (21/1/2026). (Foto: Ist)
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman bersama Wakil Gubernur Sumbar meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Mandiri bagi korban banjir bandang di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (21/1/2026). (Foto: Ist)

Padang, - Wakil Ketua DPRD Evi Yendri rajo Budiman berserta wakil gubernur Sumatra barat Vasko Rusaini Tinjau Huntara kepalo koto Pauh Kota padang

Hal ini bentuk Kolaborasi DPRD Sumatera Barat (Sumbar) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar hal ini menjadi kunci percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Mandiri bagi warga terdampak banjir bandang di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Hingga Rabu (21/1/2026), progres pembangunan Huntara telah mencapai 90 persen dari total 100 unit yang direncanakan.

Sebagai tahap awal, 50 Kepala Keluarga (KK) mulai menempati Huntara per 21 Januari 2026. Sementara 50 unit lainnya ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan ke depan agar seluruh warga terdampak segera memperoleh hunian yang layak.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, selaku penanggung jawab Huntara Mandiri Kapalo Koto, mengatakan percepatan pembangunan merupakan wujud sinergi nyata antar level pemerintahan dalam merespons dampak bencana.

“Pembangunan Huntara ini adalah hasil kolaborasi serta kerjasama DPRD Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan dukungan Pemerintah Pusat. Alhamdulillah, hari ini progres sudah mencapai 90 persen dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat,” ujar Evi Yandri saat diwawancarai, Rabu(21/1/2026)

Ia menegaskan, percepatan pembangunan dilakukan agar para korban banjir bandang dapat kembali menjalani kehidupan secara layak, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Kita ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan mulai menata kembali kehidupan sosial serta ekonomi mereka. Huntara ini menjadi jembatan menuju pemulihan yang lebih permanen,” katanya.

Evi Yandri menjelaskan, Huntara Mandiri Kapalo Koto tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang kebutuhan dasar penghuni.

Setiap unit dilengkapi perlengkapan rumah tangga, seperti peralatan dapur dan tempat tidur, serta fasilitas sanitasi berupa Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang dibangun terpisah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Editor : Editor
Banner - JPSBanner - Nevi Hari IbuBanner KAIBanner Ultah SolselBanner Solsel 2Banner Solsel 3Banner Solsel 4Banner Solsel 5Banner Martry Gilang
Bagikan

Berita Terkait
Terkini