“Kita harap seluruh UMKM memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Ini adalah kesempatan untuk pulih dan bangkit kembali bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza mengatakan, Kementerian UMKM mendirikan Klinik UMKM sebagai pusat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana, sekaligus mendorong pelaku usaha agar bisa naik kelas.
“Klinik UMKM ini menjadi simpul koordinasi untuk pendataan UMKM by name by address, pemulihan mental dan trauma healing, pendampingan usaha terarah, akses pembiayaan yang tepat, serta penguatan akses pasar melalui digitalisasi,” jelas Helvi.
Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
Ia menyebut, Klinik UMKM Minang Bangkit sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sumbar yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.Dari total 740.347 UMKM di Sumatera Barat, tercatat 4.876 UMKM terdampak langsung bencana, sementara 11.107 pelaku UMKM nasabah perbankan turut terdampak secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD, Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai fondasi perekonomian Sumatera Barat. (***)
Editor : Editor






