Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar

Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar
Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimi, menyampaikan bahwa Sumatera Barat memiliki sekitar 200 aliran silek tradisional, namun saat ini hanya tersisa sekitar 50 aliran.

Menurutnya, peluncuran Program Silek Tradisi Minangkabau menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali eksistensi silek tradisional Minangkabau yang mulai tergerus zaman.

Di tengah era digital, Vasko mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan silek tradisional. Ia berharap siswa dapat mengunggah konten positif yang menampilkan manfaat dan nilai budaya silek Minangkabau.

Pada kesempatan tersebut, Vasko juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam peluncuran program agar membuat video singkat dan mengunggahnya ke media sosial masing-masing sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi menjelaskan pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2025 lalu namun belum terstandarisasi. Saat ini, telah didukung modul pembelajaran yang terstandar.

Editor : MS
Banner - JPSBanner - Nevi Hari IbuBanner KAIBanner Ultah SolselBanner Solsel 2Banner Solsel 3Banner Solsel 4Banner Solsel 5Banner Martry Gilang
Bagikan

Berita Terkait
Terkini