GAPEMBI Sumbar Serukan Penghentian Sementara Susu UHT di MBG, Usut Dugaan Penimbunan Rugikan Anak Bangsa

Ketua GAPEMBI Sumatera Barat Agung Adithia Lingga menyampaikan sikap resmi organisasi terkait penghentian sementara penggunaan Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis di Padang. (Foto: Ist)
Ketua GAPEMBI Sumatera Barat Agung Adithia Lingga menyampaikan sikap resmi organisasi terkait penghentian sementara penggunaan Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis di Padang. (Foto: Ist)

Padang, - Polemik kelangkaan dan lonjakan harga Susu UHT yang melanda berbagai daerah kini memasuki babak serius.

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI)

Provinsi Sumatera Barat secara tegas menyerukan penghentian sementara penggunaan Susu UHT dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Seruan ini disampaikan Ketua GAPEMBI Sumatera Barat, Agung Adithia Lingga, S.H., M.Kn, sebagai respons atas kondisi pasar yang dinilai tidak wajar, tidak sehat, dan berpotensi merusak tujuan utama program MBG, yakni pemenuhan gizi anak-anakIndonesia secara adil dan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan sikap yang jelas dan tegas. Sementara waktu, SPPG kami imbau untuk tidak menggunakan Susu UHT sebagai menu MBG. Kelangkaan dan lonjakan harga yang terjadi saat ini bukan persoalan biasa, tetapi sudah mengarah pada kondisi yang memberatkan dan mencederai semangat program,” kata Agung di Padang, Rabu (28/1/2026).

Pasar Bermasalah, Anak-anak Jadi Korban

Agung menegaskan, MBG bukan sekadar program teknis pengadaan makanan, melainkan program strategis nasional yang menyangkut masa depan generasi bangsa. Karena itu, ketika salah satu komponen menu justru menjadi objek spekulasi dan dugaan penimbunan, maka yang paling terdampak adalah anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

“Kalau ada pihak yang bermain di balik kelangkaan Susu UHT, maka sesungguhnya mereka sedang mengambil keuntungan dari hak gizi anak-anak. Ini bukan persoalan bisnis biasa, inipersoalan moral dan kemanusiaan,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan antara pasokan dan harga, yang tidak sejalan dengan logika distribusi normal.

Hal ini memunculkan indikasi kuat adanya praktik penimbunan dan permainan rantai pasok demi keuntungan sepihak.

Substitusi Gizi Berbasis Pangan Lokal

Sebagai langkah konkret, GAPEMBI Sumbar mengajak seluruh pengelola SPPG untuk mengalihkan sumber protein yang selama ini bergantung pada Susu UHT ke bahan pangan lain yang setara nilai gizinya, mudah diakses, dan berbasis lokal.

Editor : Editor
Banner - JPSBanner - Nevi Hari IbuBanner KAIBanner Ultah SolselBanner Solsel 2Banner Solsel 3Banner Solsel 4Banner Solsel 5Banner Martry Gilang
Bagikan

Berita Terkait
Terkini