“Protein tidak hanya berasal dari Susu UHT. Kita punya telur, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, serta berbagai pangan lokal bergizi lainnya. Ini bukan penurunan kualitas, justrupenguatan kemandirian pangan,” jelas Agung.
Ia menekankan bahwa penyesuaian menu ini harus tetap mengacu pada standar gizi yang ditetapkan, sehingga kualitas MBG tidak berkurang sedikit pun.
Sebaliknya, pendekatan ini dinilai mampu menghidupkan ekonomi lokal dan memutus ketergantungan pada komoditasyang rentan dimonopoli.
Desakan Keras ke Aparat Penegak Hukum
Lebih jauh, GAPEMBI Sumatera Barat secara terbuka mendesak aparat penegak hukum dan satuan tugas terkaituntuk segera turun tangan menyelidiki dugaan penimbunan dan permainan harga Susu UHT.
“Kami meminta dengan serius kepada aparat penegak hukum atau satgas yang berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Jika benar ada penimbunan atau pengaturan pasokan, maka itu harus dibongkar. Negara tidak boleh kalah oleh spekulan,” ujar Agung dengan nada tegas.
Agung menilai pembiaran terhadap praktik tersebut akan menjadi preseden buruk, karena membuka ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan program negara demi keuntungan pribadi, sementara beban justru ditanggung oleh mitra pelaksana dan masyarakat.Seruan Moral dan Solidaritas Nasional
Agung juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, distributor, hingga regulator, untuk tidak menjadikan kebutuhan gizi anak sebagai komoditas spekulasi.
“MBG adalah ikhtiar bersama untuk membangun Generasi Emas Indonesia. Jangan nodai program ini dengan praktik ekonomi yang tidak bertanggung jawab. Kami di GAPEMBI siap berdiri di barisan yang menjaga integritas dan keberlanjutan program,” pungkasnya.
GAPEMBI Sumatera Barat berharap langkah kolektif ini dapat menjadi sinyal peringatan keras bagi pelaku pasar yang bermain curang, sekaligus alarm bagi negara untuk segera bertindak demi melindungi kepentingan publik dan masa depan anak-anak Indonesia. (***)
Editor : Editor






