Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan energi terbarukan menjadi bagian dari perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hingga 2025, bauran EBT Sumbar telah mencapai 32 persen, jauh melampaui rata-rata nasional.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Meski begitu, Mahyeldi mengakui masih adanya tantangan sosial, terutama penolakan panas bumi. Ia menilai penolakan sering muncul akibat informasi yang tidak utuh. Karena itu, ia berharap METI menjadi ruang edukasi dan penjernihan informasi publik. Pelantikan METI Sumbar menjadi lebih dari sekadar pengukuhan pengurus. Momentum ini menegaskan komitmen bersama bahwa transisi energi Sumatera Barat harus dikawal dengan ilmu, keberanian, dan keberpihakan pada masa depan lingkungan serta generasi muda. (***)
Editor : Editor