Dia berharap pers mampu mengedukasi publik mengenai pentingnya regenerasi petani, mengingat rata-rata usia petani Indonesia saat ini sudah memasuki kategori senior.
"Saya berharap rekan-rekan media terus menyuarakan urgensi perlindungan lahan pertanian berkelanjutan. Jangan sampai kita hanya merayakan angka swasembada, tetapi abai terhadap kesejahteraan orang-orang yang mencangkul di tanah tersebut," tegas Rahmat.
Transparansi data pangan juga merupakan kunci utama. Rahmat mengajak peranO pers untuk tetap objektif dalam mengawal data stok pangan nasional agar tidak terjadi simpang siur informasi yang dapat dimanfaatkan oleh spekulan untuk mempermainkan harga di tingkat konsumen.
Dia yakin pers yang sehat akan menghasilkan kebijakan yang sehat pula. "Sinergi antara legislatif dan media harus diperkuat demi terwujudnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di sektor pangan dan lingkungan hidup. HPN bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat akan hutang bakti terhadap kebenaran informasi," pungkasnya. (***)
Editor : Editor