Riuh, Haru dan Senyum di Mudik Gratis BUMN 2026

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria melepas kepberangkatan peserta Mudik Gratis BUMN 2026 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (Foto: Ist)
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria melepas kepberangkatan peserta Mudik Gratis BUMN 2026 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (Foto: Ist)

Jakarta, - Dan, bus-bus itu bergerak perlahan, menyeret kisah dari rantau, juga cinta dan kerinduan yang menumpuk. Perlahan, mengular dan lambaian itu seolah mengicapkan selamat tinggal Jakarta,nanti tak lama setelah ini, “kami akan kembali.”

Langit Jakarta pagi itu cerah, matahari menyorot lembut ke Ring Road Gelora Bung Karno (GBK). Deru mesin bus bercampur dengan suara riang anak-anak yang berlarian, sementara aroma jajanan kaki lima ikut meramaikan udara. Ribuan orang berkumpul, sebagian menenteng koper, ada yang hanya membawa tas ransel lusuh—semua dengan tujuan sama: Balik Kampung!

Di tengah keramaian, Siti Rahma (34) tampak memeluk putrinya erat. “Rasanya lega sekali, bisa mudik tanpa khawatir ongkos,” katanya dengan mata berbinar. Senyum Siti adalah potret sederhana dari 116.688 pemudik yang diberangkatkan melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026.

Bendera start dikibarkan, sorak-sorai menggema. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdiri, menyampaikan pesan tentang keselamatan dan kebersamaan.

Di sampingnya, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan, program ini adalah wujud gotong royong BUMN untuk rakyat. “BUMN milik rakyat,” kata Dony Oskaria sepertti kaset kusut, sebab sering sekali ia ulang di hampir semua kesempatan.

“Program Mudik Gratis BUMN merupakan wujud gotong royong dan kepedulian BUMN kepada masyarakat,” kata Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Ia menyebutkan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen BUMN dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Suasana terasa khidmat sekaligus meriah sebuah percampuran antara protokol resmi dan kegembiraan rakyat yang akan segera berangkat. Deretan bus berwarna-warni berjajar rapi, siap mengantar lebih dari 83 ribu penumpang.

Di kejauhan, kereta api menunggu keberangkatan, sementara kapal laut bersiap menyeberangi perairan Nusantara. Bahkan ada bus listrik yang beroperasi, simbol langkah menuju transportasi ramah lingkungan.

Bagi Siti, yang akan naik bus menuju Kebumen, fasilitas ini bukan sekadar moda transportasi. “Anak saya bisa tidur nyenyak di kursi, tidak seperti kalau naik motor,” ujarnya sambil tersenyum.

“Saya panitia Pak,”kata seorang sopir di BP BUMN, sembari membanggakan kaosnya. Karimin sudah berangkat pagi-pagi sekalid ari rumahnya. “Panitia,” itu jadi sesuatu yang baru pertama ia alami.

Editor : Editor
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini