Solok Selatan, - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun anggaran 2025, meskipun dihadapkan pada tantangan defisit anggaran.
Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok Selatan dalam rangka penyampaian Nota Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2025, yang digelar Kamis (26/03/2026) di Aula Paripurna DPRD.
Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Perlu adanya kolaborasi yang kuat dari semua pihak agar pembangunan di Solok Selatan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menegaskan peran strategis DPRD dalam fungsi pengawasan terhadap jalannya program pemerintah daerah, guna memastikan seluruh kebijakan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Martius turut mengapresiasi berbagai capaian positif yang diraih pemerintah daerah sepanjang 2025. Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri.“Capaian yang ada harus dipertahankan, sementara kekurangan yang masih ditemukan harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, dalam penyampaian Nota Pengantar LKPJ menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi fondasi awal periode kedua pembangunan daerah dengan visi “Solok Selatan yang Makin Maju dan Sejahtera”. Visi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi ekonomi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.
Di tengah defisit anggaran sekitar Rp22 miliar, pemerintah daerah tetap mampu menjaga stabilitas keuangan. Realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai Rp837 miliar, sementara serapan belanja mencapai 93,52 persen.
Dari sisi pembangunan, sejumlah indikator menunjukkan tren positif. Angka harapan hidup meningkat, prevalensi stunting menurun menjadi 13,2 persen, dan tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga 2,13 persen. Selain itu, jumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Editor : Editor