Pemko Padang Dukung Modernisasi RSUP Dr. M. Djamil, Siap Jadi Rumah Sakit Bertaraf Asia

Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi jajaran RSUP Dr. M. Djamil terkait rencana modernisasi rumah sakit guna meningkatkan layanan kesehatan dan kapasitas pasien di Sumatera Barat. (Foto: Ist)
Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi jajaran RSUP Dr. M. Djamil terkait rencana modernisasi rumah sakit guna meningkatkan layanan kesehatan dan kapasitas pasien di Sumatera Barat. (Foto: Ist)

Padang, - Pemerintah Kota Padang mendukung penuh pengembangan masterplan modernisasi RSUP Dr. M. Djamil guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar).

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, bersama jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (6/4/2026).

Fadly Amran menilai pengembangan ini sangat tepat untuk memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama yang berdaya saing. Modernisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan angka masyarakat yang berobat ke luar negeri.

“Kami mengapresiasi rencana ini, karena dampaknya akan besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Pemko Padang siap mendukung penuh agar proyek ini berjalan sukses,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Fadly Amran menegaskan akan menginstruksikan jajaran terkait untuk mendukung kelancaran proyek, termasuk penataan kawasan sekitar rumah sakit.

Upaya tersebut meliputi relokasi pedagang kaki lima (PKL) guna menertibkan akses, serta pengawalan koordinasi pemanfaatan lahan PT KAI.

“Semoga pembangunan fisik masterplan RSUP Dr. M. Djamil berjalan dengan lancar sesuai target pelaksanaan mulai pertengahan 2027,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menjelaskan bahwa tahap awal pengembangan difokuskan pada pembangunan Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai.

Fasilitas ini akan mencakup IGD terpadu, 30 kamar operasi, serta ruang perawatan intensif seperti ICU, NICU, dan PICU, dengan estimasi anggaran antara Rp900 miliar hingga Rp1 triliun.

“Pengembangan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tempat tidur dari 800 menjadi 1.100 unit guna mengatasi keterbatasan layanan yang ada saat ini,” jelas Dovy.

Editor : Editor
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini