FJPI Sumbar Alami Krisis Kepemimpinan, Nama Nasrul Azwa Muncul sebagai Calon Ketua

Ketua Musda FJPI Sumbar Ka'bati didampingi Sekretaris FJPI Sumbar periode 2023-2025, Yunisma, dan Ketua FJPI Sumbar Nita Arifin memberikan keterangan pers seusai menggelar Musyawarah Pra Musda di Kafe Paranona Padang, Rabu (6/5/2026). (Foto: Ist)
Ketua Musda FJPI Sumbar Ka'bati didampingi Sekretaris FJPI Sumbar periode 2023-2025, Yunisma, dan Ketua FJPI Sumbar Nita Arifin memberikan keterangan pers seusai menggelar Musyawarah Pra Musda di Kafe Paranona Padang, Rabu (6/5/2026). (Foto: Ist)

Padang, - setelah berlarut-larut selama 6 bulan lebih, sampai saat ini organisasi Forum Jurnalis Perempuan (FJPI) Sumbar belum juga berhasil mendudukkan calon formatur Ketua FJPI periode 2026-2029.

Hal ini dipicu oleh kondisi banyaknya calon yang diusulkan menolak jabatan tersebut dengan berbagai alasan. Hal ini membuktikan bahwa saat ini krisis kepemimpinan perempuan di lembaga publik di Sumbar nyata dan semakin parah.

Demikian diungkapkan ketua Musda FJPI Sumbar, Ka'bati dalam jumap pers seusai pelaksanaan Musyawarah Pra Musda, Rabu (6/5/2026) di Kafe Paranona Padang.

"Kami sudah berusaha menjaring para kandidat calon ketua semenjak Desember tahun lalu namun kebanyakan calon menolak dengan berbagai alasan. Baik alasan administratif maupun alasan beban domestik," jelas Pimred Media online padusinews.id ini.

Hal ini dibenarkan oleh sekretaris Musda yang juga menjabat sebagai sekretaris FJPI Periode 2023-2025 lalu, Yunisma.

"Parahnya, hasil penjaringan yang kami lalukan justru memunculkan nama jurnalis laki-laki Nasrul Azwa, pimred sumbarsatu,com sebagai salah seorang kandidat" jelas jurnalis senior dari Surat Kabar Singgalang sekaligus owner Kitapunya. Com ini.

Lebih jauh dikatakan Yunisma yang akrap dipanggil Yuke, bahwa Nasrul Azwar yang akrab diapnggil Mak Naih sejauh ini memang termasuk jurnalis laki-laki yang peduli dan sering terlibat dengan kegiatan yang diadakan oleh FJPI.

Krisis kepemimpinan perempuan ini tidak saja terjadi di FJPI, di dinas pemerintahan yang mengurusi urusan pemberdayaan perempuan dan anak ( DP3AP2KB) tingkat kota juga banyak yang diisi oleh laki-laki.

Menanggapi fenomena ini, Nita Arifin selaku ketua FJPI Sumbar mengatakan bahwa kondisi ini karena adanya persepsi yang keliru tentang arti kepemimpinan.

"Sebetulnya kurang tepat kalau disebut krisis. Banyak kok perempuan hebat dari Sumbar. Cuma mungkin karen mereka menganggap posisi itu sebagsi beban yang dianggap berat. Mereka melihat dalam.kacamata yg berbeda sehingga jadi berat" ujar pimpinan padangmedia.com ini.

Editor : Editor
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini