Ia menambahkan, pengelola perpustakaan dituntut terus berinovasi dan kreatif dalam meningkatkan pelayanan, tanpa hanya bergantung pada dukungan anggaran daerah.
Perpustakaan, kata dia, harus bertransformasi menjadi pusat pengetahuan, ruang diskusi, serta wadah pengembangan kreativitas masyarakat.
Muhidi juga menilai penguatan literasi masyarakat perlu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan DPRD sebagai unsur pembuat kebijakan. Dengan sinergi tersebut, perpustakaan diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Barat. Editor : MS