Pemkab Padang Pariaman Genjot Pemulihan Lahan Terdampak Bencana, Target Rampung Maksimal Satu Bulan

Pemkab Padang Pariaman Genjot Pemulihan Lahan Terdampak Bencana, Target Rampung Maksimal Satu Bulan
Pemkab Padang Pariaman Genjot Pemulihan Lahan Terdampak Bencana, Target Rampung Maksimal Satu Bulan

PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana pada akhir 2025. Upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, usai meninjau langsung lokasi terdampak pada 14 April 2026.

Salah satu titik prioritas rehabilitasi berada di kawasan persawahan Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung. Proses pemulihan resmi dimulai pada Kamis (16/4/2026) dengan mengombinasikan penggunaan alat berat dan pengerjaan manual oleh kelompok tani setempat.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Irawati Febriani, mengatakan percepatan langsung dilakukan pasca kunjungan Menteri Pertanian.

“Kami meminta kelompok tani untuk menambah armada alat berat di lokasi terdampak. Saat ini telah beroperasi dua unit ekskavator dan satu dozer, dan akan segera ditambah untuk mempercepat proses pengerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, metode pemulihan disesuaikan dengan tingkat kerusakan lahan. Untuk lahan dengan sedimentasi ringan, pengerjaan dilakukan secara manual dengan melibatkan kelompok tani.

“Selain mempercepat pemulihan, pelibatan masyarakat juga memberikan dampak ekonomi langsung. Mereka memperoleh upah harian sekitar Rp120.000,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang petani setempat, Zainal, menyebut pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan sistem upah harian.

“Pekerjaan dilakukan bersama-sama agar seluruh lahan bisa segera selesai. Kami ditargetkan bekerja selama kurang lebih satu bulan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian lahannya, khususnya area ladang, masih belum dapat ditanami akibat dampak bencana yang terjadi sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, total lahan yang ditangani di Korong Tanah Taban mencapai 20,33 hektare. Sekitar 8 hektare dikerjakan melalui skema 100 Hari Orang Kerja (HOK), sementara sisanya ditangani menggunakan alat berat, terdiri dari satu unit dozer, satu ekskavator besar, dan tiga ekskavator mini.

Editor : MS
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini