Musyawarah ini akhirnya menegaskan satu hal: masa depan sekolah tak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Alumni kini berada di garis depan antara memilih tetap menjadi penonton, atau benar-benar menjadi penopang utama perubahan.
Hal ini diamini Sekjen IASMA Pusat Ridwan. Menurut dia, semua ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh alumni, “Kita segera membuat surat resmi ajakan bagi seluruh alumni bisa mempersamai pembangunan gedung asrama. Melihat kontribusi alumni selama ini, kita yakin semua ini bisa direalisasikan segera,” ujar dia yang turut dihadiri mantan duo Bupati Agam Aristo Munandar dan AWR, petinggi BRI Rezki Rifai, eks Komisioner KPU Bukittinggi Zulwida Rahmayeni dan lainnya. (***) Editor : Editor

