Fadli Zon: Museum Bukan Sekadar Tempat Simpan, Tapi Penggerak Ekonomi Budaya

Menteri Kebudayaan, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, memberikan keterangan pada media pada peringatan Hari Museum Internasional 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Foto: Ist)
Menteri Kebudayaan, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, memberikan keterangan pada media pada peringatan Hari Museum Internasional 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Foto: Ist)

“Ekonomi budaya yang sehat adalah ekonomi yang sirkular; mengembalikan nilai kepada komunitas, kepada pelaku budaya, kepada regenerasi, dan kepada keberlanjutan warisan itu sendiri. Inilah yang membedakan ekonomi budaya yang berkelanjutan dari komersialisasi yang dangkal,” jelasnya.

Hingga April 2026, Kementerian Kebudayaan mencatat Indonesia memiliki 516 museum yang tersebar di berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, 373 museum (72,3%) telah teregistrasi, sementara 234 museum (45,3%) telah terstandarisasi. Menurut Menbud, angka tersebut menjadi baseline penting bagi kebijakan permuseuman ke depan.

“Kita ingin ekosistem permuseuman Indonesia tumbuh bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam mutu, relevansi, dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menbud juga menegaskan pentingnya menjadikan museum semakin relevan bagi generasi muda. Berdasarkan survei MCB pada 2025, lebih dari 70% pengunjung museum berusia di bawah 35 tahun, dengan kelompok terbesar (37%) berada pada rentang usia 18 hingga 24 tahun.

“Tugas kita selanjutnya adalah memastikan generasi muda tidak berhenti sebagai pengunjung, melainkan tumbuh sebagai peserta aktif. Museum harus berbicara kepada realitas mereka, membuka ruang partisipasi mereka, dan memberi alasan bagi mereka untuk kembali,” ujar Menbud.

Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon juga menyampaikan apresiasi atas peluncuran Museum Passport oleh BLU Museum dan Cagar Budaya, bersama Asosiasi Museum Indonesia, ICOM Indonesia, dan para mitra.

Menurutnya, inisiatif ini dapat menjadi langkah inovatif untuk memperluas partisipasi budaya dan membangun kebiasaan masyarakat dalam mengunjungi museum.

“Bagi Indonesia, Museum Passport dapat menjadi langkah awal yang penting untuk memperkuat partisipasi budaya dan menjadikan kunjungan museum sebagai bagian dari lifestyle, gaya hidup berbudaya,” pungkasnya. (***)

Editor : Editor
Banner Infografis
Bagikan

Berita Terkait
Terkini