Karena itu, Mahyeldi meminta seluruh perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadikan NCH sebagai ruang intervensi program sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya masing-masing. Dinas Koperasi diarahkan memperkuat pembinaan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan fokus pada pengembangan produk unggulan, Dinas Pariwisata mendorong promosi budaya dan destinasi, sementara Dinas Kominfo memperkuat dukungan digitalisasi serta pemasaran berbasis teknologi.
Dalam skema tersebut, Dinas PMD diposisikan sebagai penggerak utama yang mengorkestrasi sinergi lintas sektor agar seluruh potensi nagari dapat terhubung dalam satu ekosistem pembangunan yang terpadu.
Mahyeldi juga mendorong keterlibatan berbagai pihak eksternal seperti BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas kreatif untuk memperkuat pendampingan, riset, pelatihan, dan pembinaan usaha masyarakat di nagari yang dikemas dalam program NCH.
“Kita ingin Nagari Creative Hub menjadi pusat tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Jika ini berjalan optimal, maka nagari akan menjadi kekuatan utama pembangunan ekonomi Sumatera Barat,” tambahnya.Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sumbar, Yozarwardi menyebut NCH merupakan pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan nagari yang dirancang berkelanjutan, bukan program jangka pendek atau proyek sesaat.
Editor : MS