Ring pertama akan difokuskan untuk stadion berstandar internasional. Ring kedua mencakup ruang terbuka hijau, jogging track, dan area olahraga masyarakat. Sedangkan ring ketiga akan dikembangkan menjadi kawasan sport tourism yang dilengkapi pusat kuliner, gedung parkir terpadu, serta sekretariat bersama cabang olahraga se-Sumatera Barat.
Konsep tersebut diharapkan menjadikan GOR H Agus Salim bukan hanya sebagai pusat olahraga, tetapi juga destinasi wisata olahraga dan pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Padang.
Pedagang Direlokasi Mulai 15 Juni
Untuk mendukung kelancaran pembangunan, kawasan GOR H Agus Salim akan dikosongkan dan ditutup total mulai 15 Juni 2026.
Pemko Padang telah menyiapkan langkah relokasi bagi pedagang dan pelaku usaha yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Pedagang kafe dan pujasera akan dipindahkan sementara ke kawasan Panjat Tebing, sementara sekretariat cabang olahraga dan lembaga terkait akan dipusatkan di Gedung KNPI Sumbar.
Fadly Amran memastikan proses relokasi dilakukan secara tertib dan terukur. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan kepastian penempatan kembali bagi pedagang terdaftar setelah proyek pembangunan selesai.“Kita berharap rekonstruksi kawasan GOR H Agus Salim mampu menghadirkan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan tertata. Sekaligus mendorong perkembangan olahraga, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta peningkatan daya tarik pariwisata Kota Padang dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Dengan dimulainya proyek senilai Rp340 miliar tersebut, masyarakat kini menantikan hadirnya wajah baru GOR H Agus Salim yang modern, berstandar internasional, serta menjadi pusat olahraga dan ekonomi baru di Sumatera Barat. (***)
Editor : Editor