Kebotakan Dini di Usia 20--30 Tahun Makin Banyak Terjadi, Ini penjelasan Dokter ERHA.

Kebotakan Dini di Usia 20--30 Tahun Makin Banyak Terjadi, Ini penjelasan Dokter ERHA.
Kebotakan Dini di Usia 20--30 Tahun Makin Banyak Terjadi, Ini penjelasan Dokter ERHA.

Oleh: dr. Calvindo Dwi Nanda.

Dulu kebotakan sering dianggap sebagai masalah yang baru muncul di usia paruh baya. Namun kenyataannya, tanda-tanda rambut menipis dapat muncul jauh lebih awal. Kondisi ini membuat semakin banyak pria usia 20 hingga 30-an yang mulai khawatir melihat garis rambut yang mundur atau rambut yang terasa semakin tipis dari waktu ke waktu. Menurut data epidemiologi androgenetic alopecia, sekitar 25% pria mulai menunjukkan tanda-tanda awal kerontokan rambut sebelum usia 21 tahun. Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga kebotakan bukan lagi masalah yang hanya dialami pria paruh baya.

Dokter di ERHA Ultimate Padang, dr. Calvindo Dwi Nanda menjelaskan bahwa saat ini banyak masyarakat yang sudah peka dengan kebotakan dini dan datang ke klinik untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Kebotakan dini (umumnya Androgenetic Alopecia) tidak hanya sekadar faktor usia, melainkan kombinasi dari beberapa hal meliputi Genetik, Hormonal, gaya hidup dan stress oksidatif.” Ujar dr. Calvindo dari ERHA Ultimate Padang.

Menurut dr. Calvindo, penanganan kerontokan dan kebotakan dini perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya, terapi juga harus mampu mengantarkan bahan aktif ke area target secara optimal sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan rambut baru. Salah satunya adalah treatment Hair Growth Activation Therapy.

Hair Growth Activation Therapy, adalah salah satu treatment yang bisa dilakukan di ERHA Ultimate Padang, yang berfungsi membantu mengurangi kerontokan dan kebotakan dini. Treatment yang mengkombinasikan teknologi Electroporation Needle System (dengan Auto Microneedle dan Electroporation) dan Red Light Therapy. Kombinasi ini terbukti efektif meningkatkan penyerapan obat atau serum, melancarkan aliran nutrisi dan oksigen sehingga meningkatkan pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat dan kuat.

"Bagi saya treatment dengan microneedling bukan sekadar teknik mekanis, melainkan stimulus biologis yang efektif karena sapat mengaktivasi faktor pertumbuhan hingga meningkatkan mirosirkulasi." Lanjut dr. Calvindo.

Editor : MS
Banner InfografisBanner JPS - BolaBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini