Jakarta, - Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara keseluruhan masih berada dalam kondisi sehat dan mencatatkan keuntungan yang signifikan.
Menurut Dony, laba konsolidasi BUMN sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp335 triliun. Karena itu, ia membantah anggapan yang menyebut perusahaan-perusahaan pelat merah secara keseluruhan mengalami kerugian.
"Saya sampaikan bahwa BUMN itu untung. Tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai sekitar Rp335 triliun. Jadi kalau ada yang mengatakan BUMN secara keseluruhan rugi, itu tidak benar," kata Dony, Rabu, (10/6/2026) di tayangan podcast @BukanKalengKalengID.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah perusahaan BUMN yang mencatatkan kerugian. Namun, total kerugian perusahaan-perusahaan tersebut hanya sekitar Rp20 triliun dan telah diperhitungkan dalam laba konsolidasi BUMN.
Menurutnya, jika perusahaan-perusahaan yang masih merugi dapat dibenahi dan ditingkatkan kinerjanya, maka potensi keuntungan BUMN akan semakin besar.
"Kalau perusahaan-perusahaan yang rugi ini bisa diperbaiki atau dihilangkan kerugiannya, maka keuntungan BUMN bisa meningkat menjadi sekitar Rp375 triliun," ujarnya.Dony menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama BUMN saat ini bukan lagi persoalan kerugian, melainkan bagaimana mengoptimalkan potensi keuntungan melalui transformasi, efisiensi, dan peningkatan daya saing perusahaan.
"Yang perlu disampaikan kepada masyarakat adalah bahwa BUMN tidak rugi. Yang ada adalah keuntungan yang masih bisa dimaksimalkan lagi," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dony juga menyoroti keberadaan Danantara Indonesia yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menegaskan bahwa Danantara dibentuk sebagai entitas investasi yang berorientasi bisnis dan menjalankan fungsi komersial sesuai amanat undang-undang.
"Yang benar adalah bahwa Danantara sesuai dengan undang-undang merupakan entitas yang bersifat komersial. Danantara itu murni komersial," katanya.
Editor : Editor
