Ia berharap keberhasilan ini dapat menular dan dikembangkan di lima kelurahan lain yang ada di wilayah Kecamatan Nanggalo sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi warga.
Lebih strategis lagi, David menyoroti potensi besar hasil panen ini untuk menjadi pemasok utama kebutuhan bahan baku pangan lokal.
Secara khusus, ia menargetkan hasil pertanian hidroponik ini dapat memenuhi kebutuhan sayur mayur bagi dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kecamatan Nanggalo.
“Saya siap memfasilitasi kerja sama antara kelompok tani ini dengan pengelola dapur MBG. Langkah ini selain menjamin kualitas dan kesegaran bahan pangan, juga memastikan uang negara berputar dan dinikmati langsung oleh petani dan warga setempat,” pungkas David di hadapan para peserta kegiatan. (***) Editor : Editor