Padang, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur menerbitkan peringatan dini terkait kondisi cuaca dan gelombang laut selama empat hari ke depan, yaitu mulai 21 hingga 24 Juni 2026.
Gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dan melanda sejumlah wilayah perairan di Sumatera Barat.
Wilayah yang terkena dampak meliputi perairan Kota Padang hingga Padang Pariaman, perairan Agam hingga Pasaman Barat, serta perairan Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.
Sejak Minggu siang (21/6/2026), angin kencang juga terasa bertiup dari arah Barat menuju Utara dengan kecepatan mencapai 4 hingga 22 knot.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat khususnya nelayan untuk tetap waspada.
“Kami mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut ketika gelombang tinggi. Kondisi demikian akan berisiko bagi pemilik perahu maupun kapal tongkang,” tegasnya.Selain potensi bahaya di laut, cuaca buruk yang berupa hujan deras disertai angin kencang sejak siang hingga malam hari juga menimbulkan dampak di daratan.
Beberapa pohon dilaporkan tumbang di wilayah Kecamatan Padang Selatan dan Sungai Pisang.
Sementara itu, peristiwa tanah longsor terjadi di Kelok Jariang, Kekuragan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungkus Teluk Kabung. Longsor ini menimbun ruas jalan penghubung antara Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan.
Hendri menyampaikan bahwa tim tanggap darurat telah dikerahkan ke lokasi.
Editor : Editor