Bandara Internasional Minangkabau Perkuat Koordinasi Keamanan Melalui Pertemuan Komite Keamanan

Pertemuan Komite Keamanan Bandara Ke-2 Tahun 2026 berlangsung di Bandara Internasional Minangkabau. (Foto: Ist)
Pertemuan Komite Keamanan Bandara Ke-2 Tahun 2026 berlangsung di Bandara Internasional Minangkabau. (Foto: Ist)

Padang Pariaman, - Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menggelar Pertemuan Komite Keamanan Bandara atau Airport Security Committee (ASC) Ke-2 Tahun 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh komunitas bandar udara, instansi pemerintah, aparat keamanan, operator penerbangan, jasa penanganan darat, serta seluruh pemangku kepentingan yang beroperasi di lingkungan bandara.

Pertemuan ini menjadi forum koordinasi strategis guna memperkuat sinergi antar pihak dalam menjaga keamanan penerbangan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman, serta memastikan kelancaran operasional sesuai ketentuan keamanan nasional dan standar internasional.

Komite Keamanan Bandara berperan penting sebagai wadah penyamaan persepsi dan penerapan langkah-langkah pengamanan yang terpadu.

Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada alur koordinasi Airport Contingency Plan (ACP) atau rencana penanganan kondisi darurat, serta penguatan pengendalian keamanan sisi darat (landside security).

Rencana kontingensi menjadi panduan penting untuk menangani gangguan atau kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.

Melalui pembahasan ini, seluruh pihak menyamakan pemahaman mengenai peran, tanggung jawab, jalur komunikasi, serta langkah tindakan yang harus diambil jika terjadi situasi yang mengganggu keamanan dan operasional bandara. Pengujian dan penyempurnaan rencana ini secara berkala juga menjadi perhatian utama agar kesiapan selalu terjaga.

Selain itu, pengamanan sisi darat juga menjadi prioritas. Area ini merupakan titik pertemuan awal pengguna jasa dengan fasilitas bandara, sehingga memerlukan pengawasan ketat melalui peningkatan patroli, pengendalian akses orang dan kendaraan, pengawasan area publik, deteksi dini aktivitas mencurigakan, serta koordinasi aktif dengan aparat keamanan terkait.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM, Doni Subardono, menegaskan bahwa keamanan penerbangan adalah tanggung jawab bersama.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak. Pertemuan ini bertujuan memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam merespons berbagai kondisi yang memengaruhi keamanan penerbangan. Sinergi, komunikasi efektif, dan budaya keamanan yang kuat adalah kunci agar BIM tetap aman, nyaman, dan andal bagi semua pengguna jasa,” ujarnya.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini