a menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini berkat semangat gotong royong yang tinggi dari para anggota. Seluruh biaya kegiatan berasal dari swadaya atau patungan sukarela peserta.
“Pendanaan acara ini murni dari sumbangan dan keikutsertaan anggota. Ini membuktikan rasa memiliki yang kuat terhadap organisasi serta kekompakan yang tetap terjaga dengan baik di tengah komunitas kami,” jelasnya.
Turut hadir dan memantau jalannya kegiatan adalah Kapolsek Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), IPTU Taufik Indra, S.H., M.H.
Ia memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif sejak awal hingga acara berlangsung.
Dalam pengarahannya, ia mengimbau seluruh peserta untuk senantiasa mengutamakan aspek keselamatan diri sendiri maupun orang lain, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengharapkan seluruh peserta bersama-sama menjaga ketertiban. Jika ditemukan kendala atau persoalan di lapangan, segera sampaikan kepada panitia atau petugas keamanan agar dapat ditangani dengan baik dan tidak menimbulkan gangguan,” tegasnya.
Kapolsek juga menilai kegiatan ini memiliki manfaat ganda.Selain menjadi wadah penyaluran hobi yang positif, kegiatan ini turut membantu meringankan beban masyarakat, khususnya para petani yang lahannya sering mengalami kerusakan akibat serangan babi hutan.
“Selain sebagai ajang berkumpul, kegiatan ini sangat membantu para pemilik lahan pertanian. Kehadiran para pemburu diharapkan dapat menekan populasi babi hutan agar tidak menjadi hama yang merugikan, sehingga hasil pertanian masyarakat bisa lebih terjaga dan meningkat,” tambahnya.
Dengan tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah, Porbbi Marola Bersatu Sungai Pagu kembali memperkuat eksistensinya sebagai komunitas yang aktif melestarikan tradisi, menjaga solidaritas antarwilayah, serta mendukung upaya masyarakat dalam mengatasi gangguan hama babi hutan.
Editor : Editor