Krakatau Steel berhasil membalikkan kondisi dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar setelah menjalankan restrukturisasi dan memperoleh dukungan permodalan.
LEN Indonesia juga berubah dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar.
Kimia Farma mencatat laba Rp108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp160 miliar. Semen Indonesia juga kembali membukukan laba Rp106 miliar setelah menjalankan transformasi bisnis.
Agrinas Pangan berhasil berbalik untung Rp465 miliar, sedangkan Danareksa mencatat laba Rp43 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian.
BUMN lainnya juga membukukan pertumbuhan positif. Pelindo mencatat laba Rp1,5 triliun atau naik 169 persen.
Hutama Karya memperoleh laba Rp628 miliar atau meningkat 40 persen. InJourney membukukan laba Rp300 miliar atau naik 33 persen, sedangkan ADHI Karya mencatat kenaikan laba 667 persen menjadi Rp69 miliar.
Di sisi lain, BSI mencatat laba Rp2,8 triliun atau tumbuh 18 persen. BNI membukukan laba Rp7,2 triliun atau meningkat 6 persen. Sucofindo, ID Survey, dan Surveyor Indonesia juga membukukan pertumbuhan laba sepanjang periode tersebut.Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan capaian tersebut menunjukkan transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata.
"Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan," ujar Dony.
Menurut Dony, BP BUMN dan Danantara akan terus menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi resmi.
Editor : Editor