“Kami siap melaksanakan rehab-rekon, tetapi pengendalian banjir tidak akan tuntas tanpa penyelesaian lahan. Kami berharap Pemko Padang dapat mempercepat prosesnya, sehingga target pelaksanaan mulai Agustus dapat terealisasi,” ujar Reski Wahyudi.
Ia menjelaskan bahwa tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada rehabilitasi irigasi Bendung Koto Tuo dan Bendung Gunung Nago, serta penanganan sejumlah titik rawan banjir.
Pekerjaan meliputi pembangunan dinding penahan tanah, perkuatan tebing, dan pembuatan bangunan pengendali sedimen di sepanjang aliran Batang Kuranji dan Air Dingin.
Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun guna memperkuat ketahanan Kota Padang terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di masa depan.Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPBD, Kepala Dinas Pertanahan, Kepala DLH, serta Camat Pauh, Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. (***)
Editor : Editor