"Kita membutuhkan role model koperasi modern. Kuncinya adalah bertransformasi dari pola lama menuju konsep baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi," katanya.
Ia menjelaskan koperasi modern sejatinya berakar dari Eropa, tepatnya di Inggris, sebagai jalan tengah antara sistem kapitalisme dan sosialisme. Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi model ekonomi berbasis kebersamaan yang memberikan akses permodalan kepada kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit memperoleh layanan keuangan.
Ahmad juga menyoroti pembentukan Koperasi Merah Putih yang saat ini berlangsung secara masif di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia sebagai bagian dari pemerataan ekonomi nasional.
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap program tersebut merupakan yang terbesar sepanjang dirinya berkecimpung di dunia koperasi selama lebih dari tiga dekade.
"Selama lebih dari 30 tahun saya berkecimpung di dunia koperasi, baru kali ini pemerintah mengalokasikan sumber daya negara dalam skala yang sangat besar untuk memperkuat koperasi desa," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya menyiapkan pembiayaan operasional dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga belanja modal (capital expenditure/capex) yang nilainya mencapai triliunan rupiah secara nasional untuk mendukung pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Menurut Ahmad, Dekopin memiliki peran strategis dalam menentukan model koperasi sektor riil yang nantinya dapat direplikasi menjadi program percontohan di berbagai daerah.Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya siap memperkuat posisi Dekopin sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan.
Ia mengatakan Dekopinwil Sumbar akan menjalankan fungsi pendampingan, edukasi, fasilitasi, mediasi, hingga advokasi terhadap koperasi primer maupun sekunder agar mampu tumbuh lebih profesional dan berdaya saing.
"Kami ingin menjadikan Dekopinwil Sumbar sebagai rumah besar gerakan koperasi yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Editor : Editor
